Kamis, 24 Oktober 2019

Biogenetik Alkaloid



Pada postingan sebelumnya saya telah membahas mengenai keanekaragaman struktur serta manfaat dari alkaloid. Nah pada kali ini saya akan membahas mengenai biogenetik alkaloid. Seperti yang kita ketahui Alkaloid merupakan  suatu  senyawa organik siklik yang berisi nitrogen dalam keadaan oksidasi negatif dan distribusi terbatas antara organisme hidup sedangkan biogenetic adalah suatu proses biologis makhluk hidup untuk menghasilkan suatu zat dengan tujuan untuk keberlangsungan  hidupnya. Biogenetik alkaloid adalah suatu proses biologis makhluk hidup untuk menghasilkan suatu zat (senyawa alkaloid)dengan tujuan untuk keberlangsungan hidupnya.
Dari segi biogenetic dapat kita lihat bahwa beberapa asam amino merupakan senyawa basa nitrogen yang terkait dari alkaloid. Umumnya secara biogenetic alkaloid berasal dari asam amino ornitin dan lisin. Atom nitrogen pada alkaloid berasal dari asam amino, dan pada umumnya struktur kerangka karbon pada asam amino prekusor akan bertahan ketika dalam bentuk alkaloid. Prekusor asam amino yang berhubungan dengan biosintesis alkaloid.
Berdasarkan biogenetiknya alkaloid diklasifikasikan berdasarkan berbagai jenis cincin heterosiklik. menurut Hegnauer, alkaloid dikelompokkan menjadi beberapa golongan yaitu  Alkaloid sesungguhnya,  Protoalkaloid, dan  Pseudoalkaloid.

a.  True Alkaloid
    Golongan ini banyakan mengandung Nitrogen dalam cincin heterosiklik ; diturunkan dari asam      amino ; biasanya terdapat “aturan” tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloid quartener, yang bersifat agak asam daripada bersifat basa. Contohnya morfin.

                                                       Hasil gambar untuk morphine structure

b. Protoalkaloid
  Golongan ini disebut juga amin yang relatif sederhana dimana nitrogen dan asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. Protoalkaloid diperoleh berdasarkan biosintesis dari asam amino yang bersifat basa. Contoh, adalah meskalin.

                                                 

c. Pseudoalkaloid
   Senyawa golongan ini  tidak diturunkan dari prekursor asam amino dan umummnya  bersifat basa. Ada dua seri alkaloid yang penting dalam khas ini, yaitu alkaloid steroidal (contoh: konessin dan purin (kaffein).
                                                  

      Hubungan antar alkaloid dengan asam amino sangat erat sekali kaitannya berdasarkan biogenetiknya seperti yang kita ketahui asam amino merupakan senyawa organik yang sangat penting, senyawa ini terdiri dari amino (NH2) dan karboksil (COOH). Ada 20 jenis asam amino esensial yang merupakan penyusun tubuh makhluk hidup dikenal sebagai alfa asam amino. Dari 20 jenis asam amino tersebut 4 jenis  diantaranya merupakan pencetus terbentuknya alkaloid. Keempat jenis asam amino tersebut yaitu tirosin, histidin, lisin dan triptopan.

         Dari keempat asam amnino tersebut tentunya akan menghasilkan turunan alkaloid yang berbeda-beda tetapi tetap menggunakan prinsip dasar reaksi yang sama. Misalknya asam amino ornitin dan lisin akan  menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin selanjutnya  triptofan yang menurunkan alkaloid indol dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, Reaksi utama yang mendasar biosintesis senyawa alkaloid adalah Reaksi Mannich. Reaksi ini dinamakan atas kimiawan Carl Mannich.  
           Reaksi Mannich merupakan suatu reaksi organik yang mengandung alkilasi amino proton asam terletak di sebelah gugus fungsi karbonil dengan formaldehida dan amonia atau amina primer atau sekunder dengan produk akhir yang dihasilkan adaalah senyawa β-amino-karbonil . Reaksi antara aldimina dan karbonil α-metilena juga dianggap sebagai reaksi Mannich karena imina ini merupakan bentuk antara amina dan aldehida. Misalnya , suatu ladehid berkondensasi dengan amina menghasilkan ikatan karbon-nitrogen dalam bentuk garam iminium di ikuti dengan serangan fenol. B-ariletilamin ini jika mengalami dekarboksilasi akan menghasilkan amina, dimana senyawa B-ariletilamin berasal dari asam amino seperti fenilalanain dan tirosin. Sebelum terjadinya dekarboksilasi untuk menghasilkan aldehida, fenilalanain dan tirosin akan menggantikan gugus amini. Adapun reaksi nya yaitu 

(CH3)2NH + HCHO + CH3COCH3 ---> (CH3)2NCH2CH2COCH3 + H2O

Dalam reaksi ini juga akan terjadi berbagai reaksi sekunder yang akan menghasilkan berbagai macam struktur alkaloid. Seperti pembentukan alkaloid yang berasal dari tiroksin dapat dilihat pada gambar berikut:

3,4-dihidroksifenilasetaldehida (10) dan Pembentukan Dopamin (11) 






   hidroksilasi tirosin (9) dengan O2 yang melibatkan enzim Tyrosine-3-monooxygenase; kofaktor tetrahydrobiopterin (THB); dan katalis Fe (II) menghasilkan 3,4-dihidroksifenilalanin (10) dimana substituen O2 akan beresonansi akan menghasilkan O- dan O- kemudian cincin rangkap pada benzen akan keluar sehingga bermuatan positif dan substituen  O- tadi akamn menyerang masuk ke atom C yang positif. O- yang kedua akan berikatan dengan katalis Fe. selanjutnya pada no (9) ikatan rangkap akan beresonansi keluar sehingga C bermuatan positif dan atom O yang berikatan dengan Fe akan menyerang cincin tersebut. kemudian Fe lepas  dan Terbentuk ikatan rangkap dua pada atom O kemudian atom H-H yang berikatan dengan atom C. satu atom H lepas kemudian berikatan dengan atom O menghasilkan 3,4-dihidroksifenilalanin (10)S ebagian 3,4 dihidroksifenilalanin (10) yang terbentuk dengan adanya basa dan enzim L-DOPA decarboxylase akan membentuk senyawa dopamin (11) disertai dengan pelepasan karbondioksida (CO2) menghasilkan dopamin (11) 



Permasalahan:
1. Menurut anda mengapa tidak semua asam amino dapat diturunkan menjadi senyawa alkaloid?
2. Menurut anda bagaimana pengaruh R dan S pada senyawa alkaloid yang dijadikan sebagai obat?
3. Seperti yang kita ketahui alkaloid sesungguhnya diturunkan dari asam amino dan bersifat basa . mengapa pada kolkhisin bersifat asam padahal termasuk golongan alkaloid sesungguhnya?

Kamis, 17 Oktober 2019

Potensi Pemanfaatan Alkaloid untuk Makhluk Hidup


            
Hasil gambar untuk manfaat alkaloid Hasil gambar untuk tumbuhan alkaloidHasil gambar untuk tumbuhan alkaloid

Pada postingan kali ini saya akan membahas sedikit mengenai manfaat senyawa flavonoid, nah pada postingan sebelumnya saya telah mengulas tentang mengenai struktur keanekaragaman alkaloid. Seperti yang kita ketahui Alkaloid merupakan  suatu  senyawa organik siklik yang berisi nitrogen dalam keadaan oksidasi negatif dan distribusi terbatas antara organisme hidup. Istilah "alkaloid" (berarti "mirip alkali", karena dianggap bersifat basa) pertama kali dipakai oleh Carl Friedrich Wilhelm Meissner (1819), seorang apoteker dari Halle (Jerman) untuk menyebut berbagai senyawa yang diperoleh dari ekstraksi tumbuhan yang bersifat basa (pada waktu itu sudah dikenal, misalnya, morfina, striknina, serta solanina). Hingga sekarang dikenal sekitar 10.000 senyawa yang tergolong alkaloid dengan struktur sangat beragam, sehingga hingga sekarang tidak ada batasan yang jelas untuknya. Alkaloid memiliki banyak sekali manfaat baik untuk tumbuhan itu sendiri maupun untuk makhluk hidup lainnya. Sebagian besar senyawa alkaloid bersumber pada tumbuh-tumbuhan. Alkaloid dapat ditemui pada berbagai bagian tanaman seperti akar, batang, daun, dan biji.

Pada tanaman alkaloid berfungsi sebagai racun yang dapat melindunginya dari serangga dan herbivora, faktor pengatur pertumbuhan, dan senyawa simpanan yang mampu menyuplai nitrogen dan unsur-unsur lain yang diperlukan tanaman. Selain itu alkaloid juga dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan. Hal ini disebabkan karena alkaloid bersifat basa. Sebagian besar senyawa alkaloid bersumber pada tumbuh-tumbuhan. Alkaloid dapat ditemui pada berbagai bagian tanaman seperti akar, batang, daun, dan biji.

Alkaloid juga bermanfaat bagi kesehatan maanusia. Salah satunya adalah senywa alkaloid yang berkhasiat sebagai anti diare, anti diabetes, anti mikroba dan anti malaria, akan tetapi beberapa senyawa golongan alkaloid bersifat racun sehingga diperlukan adanya identifikasi senyawa golongan alkaloid yang dapat diketahui manfaatnya. Beberapa alkaloid beserta fungsinya adalah sebagai berikut.
Alkaloid
Fungsi
Kafein
Menenangkan saraf, menghambat rasa kantuk
Nikotin
Menstimulasi kerja saraf otonom
Morfin
Penahan rasa sakit (analgesik)
Kodein
Penahan rasa sakit, obat batuk
Atropin
Obat tetes mata
Kokain
Penahan rasa sakit
Piperin
Bioinsektisida
Quinin
Obat penyakit malaria
Saponin
Antibakteri
Vinblastin
Obat kanker
Vinkristin
Obat kanker
Ergotamin
Analgesik pada migrain
Mitraginin
Analgesik dan antitusif
Reserpin
Obat disfungsi ereksi
Epedrin
Mempengaruhi konstriksi pembuluh darah
Nikotin
Bahan aktif dalam rokok
Meskalin
Berefek halusinogen
Psilosibin
Berefek halusinogen
Strikhnin
Racun yang sangat kuat



Tumbuhan penghasil alkaloid banyak dikembangbiakkan di dunia ini baik untuk tujuan kesehatan sebagai obat maupun untuk kepentingan tertentu. Salah satu tumbuhan penghasil alkaloid yang cukup banyak dikembangbiuakkan adalah tumbuhan opium. Opium merupakan sumber dari morfin dan banyak dibudidayakan  di negara-negara amerika latin dan negara konflik seperti Afganistan. Opium dibudidayakan  secara karena getahnya dapat diproses menjadi morfin dan beberapa jenis bahan aktif turunannya. Selain mopium tembakau juga merupakan sumber alkaloid yang banyak dibudidayakan karena untuk menghasilkan nikotin. Nikotin banyak dibudidayakan  untuk perindustrian rokok. Nikotin merupakan bahan aktif dalam rokok namun menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Selain dari yang diatas sumber alkaloid yang paling banyak dibudidayakan secara legal adalah tumbuhan kopi karena mengandung kafein. Kafein adalah alkaloid yang ditemukan dalam biji kopi, kafein memberikan rasa tenang pada saraf dan menghambat rasa kantuk. Kopi merupakan penghasil alkaloid yang paling banyak dikembangkan dalam pertanian secara legal di seluruh dunia.

Permasalahan:
1. Beberapa metabolit sekunder lainnya dapat melindungi tumbuhan dari serangan hewan herbivora termasuk juga alkaloid. Menurut anda bagaimana peran alkaloid dalam melindungi tumbuhan dari serangan hewan herbivora atau insekta?
2. Menurut anda bagaimana keterkaitan manfaat alkaloid terhadap penderita diabetes?
3. Menurut anda mengapa alkaloid banyak dimanfaatkan dalam bidang medis padahal alkaloid bersifat racun?

Sabtu, 12 Oktober 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Alkaloid


Hasil gambar untuk alkaloid

      Pada postingan sebelumnya saya telah mengulas sedikit mengenai metabolit sekunder  terpenoid, dan juga flavonoid nah pada postinagn  blog kali ini saya akan menulis sedikit mengenai senyawa metabolid sekunder laiinya yaitu alkaloid. Alkaloid merupakan  suatu  senyawa organik siklik yang berisi nitrogen dalam keadaan oksidasi negatif dan distribusi terbatas antara organisme hidup. Istilah "alkaloid" (berarti "mirip alkali", karena dianggap bersifat basa) pertama kali dipakai oleh Carl Friedrich Wilhelm Meissner (1819), seorang apoteker dari Halle (Jerman) untuk menyebut berbagai senyawa yang diperoleh dari ekstraksi tumbuhan yang bersifat basa (pada waktu itu sudah dikenal, misalnya, morfinastriknina, serta solanina). Hingga sekarang dikenal sekitar 10.000 senyawa yang tergolong alkaloid dengan struktur sangat beragam, sehingga hingga sekarang tidak ada batasan yang jelas untuknya.
  Pada tumbuhan senyawa metablit ini tidak sebanyak fenolik dan terpenoid. Alkaloid kebanyakan  dikelompokkan berdasarkan  kesamaan sumber asal molekulnya yang didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang akan digunakan untuk membentuk senyawa tersebut. Adapun biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya, termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut "phenanthrenes"), atau menurut nama tumbuhan atau binatang di mana senyawa itu diisolasi..

Penggolongan Alkaloid
   menurut Hegnauer, alkaloid dikelompokkan menjadi beberapa golongan yaitu  Alkaloid sesungguhnya,  Protoalkaloid, dan  Pseudoalkaloid. Meskipun terdapat beberapa perkecualian.

a.  True Alkaloid
    golongan ini banyakan mengandung Nitrogen dalam cincin heterosiklik ; diturunkan dari asam      amino ; biasanya terdapat “aturan” tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloid quartener, yang bersifat agak asam daripada bersifat basa. Contohnya morfin

b. Protoalkaloid
  golongan ini disebut juga amin yang relatif sederhana dimana nitrogen dan asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. Protoalkaloid diperoleh berdasarkan biosintesis dari asam amino yang bersifat basa. Contoh, adalah meskalin.

c. Pseudoalkaloid
   Senyawa golongan ini  tidak diturunkan dari prekursor asam amino dan umummnya  bersifat basa. Ada dua seri alkaloid yang penting dalam khas ini, yaitu alkaloid steroidal (contoh: konessin dan purin (kaffein).

  Selain menurut Hegnauer, alkaloid juga dikelompokkan berdasarkan atom hidrogennya yaitu alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik dan alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik.

1. Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik
    
    a. Alkaloid Piridin

    b. Alkaloid Tropan

    c. Alkaloid Quinnolin

    d. Alkaloid Isoquinolin

    e. Alkaloid Indol

    f. Alkaloid Imidazol

    g. Alkaloid Lupinan

    h. Alkaloid Steroid

    i. Alkaloid Purin

2. Alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik

    a. Alkaloid Efedrin (Alkaloid amine)

    b. Alkaloid Capsaicin

Hasil gambar untuk alkaloid


Permasalahan:
1. Menurut pendapat anda anda bagaimana hubungan antara jumlah atom nitrogen dengan struktur alkaloid ?
2Pada umumnya alkaloid banyak terdapat pada jaringan tumbuhan berpembuluh lalu bagaimana pada tubuh hewan?
3. Alkaloid sesungguhnya menurut Hegnauer merupakan senyawa yang bersifat racun, menurut anda bagaimana hubungan antara senyawa ini dengan manfaat tumbuhan tersebut?

Jumat, 27 September 2019

Potensi Pemanfaatan Flavonoid untuk Makhluk Hidup

      
                              
 Pada postingan kali ini saya akan membahas sedikit mengenai manfaat senyawa flavonoid, nah pada postingan sebelumnya saya telah mengulas tentang mengenai struktur keanekaragaman flavonoid. Seperti yang kita ketahui tumbuhan menghasilkan bebrapa produk sekunder yang mengandung gugus fenol. Senyawa ini dikelompokkan ke dalam suatu senyawa fenolik. Flavonoid juga merupakan suatu senyawa hasil dari produk metabolit sekunder. Flavonoid termasuk dalam golongan senyawa phenolic. Flavonoid merupakan kelompok terbesar pada senyawa fenolik tumbuhan. Umumnya flavonoid terdapat di dalam jaringan tanaman. Flavonoid memiliki banyak sekali manfaat dalam kehidupan baik untuk tumbuhan itu sendiri maupun untuk makhluk hidup lainnya khususnya manusia. Manfaat flavonoid bagi tumbuhan dapat kita lihat misalnya flavonoid  dan pigmen antosianin tanaman sangat berperan penting di alam yang berguna memberi warna bunga, buah, buah pohon bunga dan daun musim gugur.
Selain itu juga, Flavonoid bertanggung jawab sebagai pemberi warna bauk kuning dan oranye, sedangkan  antosianin memberikan warna merah, ungu dan warna biru. Senyawa senyawa ini umumnya terjadi pada  tanaman tingkat tinggi dan kurang untuk tanaman tingkat rendah. Senyawa tersebut juga tidak terdapat pada ganggang, jamur atau bakteri.
Flavonoid juga memainkan peran penting dalam menarik serangga untuk memberi makan dan penyerbukan tanaman. Beberapa dari golongan senywa  flavonoid  memiliki rasa pahit dan mengusir serangga berbahaya seperti ulat. Flavonoid sering juga dikena dengan istilah antioksidan, dan memainkan peran utama dalam makanan kita, mencegah kerusakan akibat penuaan yang disebabkan oleh radikal bebas. 



Flavonoid dikatakan antioksidan alami karena dapat menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Aksi radikal memberikan efek timbulnya berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh. Tubuh manusia tidak mempunyai sistem pertahanan antioksidatif yang lebih sehingga apabila terkena radikal bebas yang tinggi dan berlebih, tubuh tidak dapat menanggulanginya. Saat itulah tubuh manusia membutuhkan antioksidan dari luar (eksogen) yang dapat dilakukan dengan asupan senyawa yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi melalui suplemen, makanan, dan minuman yang dikonsumsi. Ada baiknya kita mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa antioksidan secara alami seperti teh hijau, strawbery, blackberry, blueberry, dll dimana bahan pangan tersebut merupakan produk yang memiliki banyak senyawa antioksadan alami yang bersal dari pigmen  atau zat warna. 


























Permasalahan:
1.Seperti yang kita ketahui semua tumbuhan memrlukan cahaya matahari untuk hidup. sinar matahari merupakan hal yang peting karena membatu proses metabolisme tubuhan. selain bermanfat sinar  matahari juga memiliki sifat merusak karena memiliki gelombang radiasi UV-B. menurut anda bagaimana cara tumbuhan menyerap sinar  matahari tanpa mengalami keruskan oleh radiasi sinar UV-B dan adakah kaitannya dengan senyawa flavonoid ?
2. bebapa tumbuhan yang mengandung flavonoid memiliki sifat anti mikroba. menurut anda bagaimana jika manusia memakan tumbuhan tersebuta dan apakah memiliki efek samping jika dikonsumsi?
3. Beberapa metabolit sekunder berfungsi sebagai zat alami dalam mencegah serangan herbivora. menutut anda Bagaimana dengan senyawa flavonoid?

Sabtu, 21 September 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Flavonoid


Pada postingan sebelumnya saya telah mengulas sedikit mengenai metabolit sekunder  terpenoid, nah pada blog kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai senyawa flavonoid. Seperti yang kita ketahui tumbuhan menghasilkan bebrapa produk sekunder yang mengandung gugus fenol. Senyawa ini dikelompokkan ke dalam suatu senyawa fenolik. Flavonoid juga merupakan suatu senyawa hasil dari produk metabolit sekunder. Flavonoid termasuk dalam golongan senyawa phenolic. Flavonoid merupakan kelompok terbesar pada senyawa fenolik tumbuhan. Umumnya flavonoid terdapat di dalam jaringan tanaman. Flavonoid memiliki struktur kimia yaitu C6-C3-C6. Struktur flavonoid terdiri dari beberapa bagian yaitu, satu cincin aromatik A, satu cincin aromatik B, dan cincin tengah berupa heterosiklik yang mengandung  oksigen.

                           Hasil gambar untuk flavonoid

Bentuk teroksidasi pada cincin ini akan dijadikan sebagai  dasar pembagian flavonoid ke dalam sub-sub kelompoknya. Sistem yang digunakan dalam menentukan flavonoid yaitu dengan menggunakan sistem penomoran dimana untuk membedakan posisi karbon di sekitar molekulnya. Berdasarkan derajat oksidasi pada jembatan berkarbon 3 falvonoid dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu anthosianin, flavon, flavonol, isoflavon, flavanol, dan flavanon.




1. Anthosianin
Hasil gambar untuk struktur antosianin

2. Flavon
Gambar terkait


3. Flavonol


4. Isoflavon

Hasil gambar untuk isoflavon

5. Flavanol


6. Flavanon.


Berikut ini jalur biosintesis pada senyawa flavonoid
Hasil gambar untuk biosintesis flavonoid



Berikut tabel beberapa sumber makanan yang mengandung senyawa flavonoid.

Hasil gambar untuk flavonoid

Permasalahan:
1. Pada umumnya flavonoid banyak terdapat pada Jaringan. Bagaimana dengan jaringan hewan apakah juga terdapat senyawa flavonoid?
2. Jelaskan mengapa anthosianin dapat memberikan warna yang berbeda pada tumbuhan dan adakah kaitannya dengn struktur anthosianin itu sendiri?
3. Seperti kita ketahui senyawa flavonoid banyak terdaat pada tumbuhan baik buah-buahan maupun sayuran. Selain itu juga senyawa falvonoid sekrang sudah banyak kita temukan dalm bentuk suplemen makanan. Menurut anda bagaimana cara kita mengkonsumsi flavonoid yang baik agar baik untuk tubuh kita, dengan mengkonsumsi buah kah atau sayuran mengandung flavonoid atau dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung flavonoid?

Jumat, 20 September 2019

Potensi Pemanfaatan Terpenoid untuk Makhluk Hidup

Hasil gambar untuk manfaat terpenoid


      Pada postingan kali ini saya akan membahas sedikit mengenai manfaat senyawa terpenoid, nah pada postingan sebelumnya saya telah mengulas tentang mengenai keanekaragaman terpenoid. Terpenoid merupakan suatu senyawa hasil dari produk metabolit sekunder. Umumnya terpenoid dihasilkan hampir seluruh tumbuhan dan merupakan metabolit sekunder terbesar yang diproduksi tanaman. Terpenoid memberikan berbagai macam warna pada tanaman. Terpenoid memiliki sifat yang didapat larut dalam air dan merupakan konstituen minyak esensial. Terpenoid memiliki banyak manfaat dalam kehidupan baik dalam tanaman itu sendiri maupun manusia. Pada tanaman,  terpenoid ini berfungsi membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. selain itu,  terpenoid juga berfungsi sebagai senyawa untuk pertahan diri dari gangguan luar seperti serangan serangga, virus ataupun bakteri. Manfaat terpenoid itu sendiri dapat dilihat pada proses pertubuhan misalnya senyawa giberelin. Giberelin pada tanaman memiliki fungsi antara lain yaitu merangsang pertumbuhan batang, Menginduksi pemecahan mitosis dalam daun beberapa tumbuhan, Mempercepat perkecambahan biji atau benih, Merangsang benih yang dorman untuk berkecambah.Selain giberelin ada juga senyawa Sterol yaitu derivat triterpen yang merupakan komponen esensial membran sel yang menstabilkan interaksi fosfolipid. Kemudian ada Karotenoid merah, kuning, oranye adalah tetraterpen yang berfungsi sebagai pigmen asksesori pada fotosintesis dan melindungi jaringan fotosintetik dari fotooksidasi. 
       Pada  beberapa tumbuhan juga mengandung campuran volatil monoterpen dan juga sesquiterpen yang biasa dikenal dengan  minyak esensial yang memberikan aroma khas pada daunnya. Misalnya , Pepermint, lemon dan basil merupakan beberapa contoh tanaman yang mengandung minyak esensial. Minyak esensial dikenal sebagai penolak serangga bahkan membuat herbivora tidak tertarik untuk datang, banyak dikandung di rambut kelenjar yang menonjol dari epidermis. Pada rambut-rambut kelenjar terpen ini disimpan di ruang ekstraselular dinding sel yang termodifikasi. Minyak volatil tidak hanya melindungi tumbuhan secara langsung dari serangan herbivora tetapi juga dapat sebagai sinyal tumbuhan untuk menarik predator pemakan herbivora. Minyak esensial yang secara komersial banyak digunakan sebagai aroma makanan dan membuat parfum dapat diekstrak dari tumbuhan dengan metode destilasi.
   

      Selain bermanfaaat untuk tumbuhan itu sendiri, terpenoid juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Pada bidang industri terpenoid banyak dimanfaatkan karena hampir semua terpenoid harum dan memiliki bau yang khas dan menyenangkan, maka banyak digunakan dalam parfum, kosmetik, pewangi, misalnya bisabolol/levomenol. kemudian pada bidang industri terpenoid juga dimanfaatkan Sebagai pestisida alami misalnya pada farnesol. kemudian pada bidang kesehatan terpenoid memiliki banayk sekali manfaat khusunya bagi kesehatan manusia. sejak dari zaman dahulu kandungan terpenoid banyak digunakan dalam membuat obat obatan alami aik sekarangpun obat obat yang diproduksi juga banyak dihasilkan dari senyawa terpenoid dan turunananya. Misalnya minyak atsiri yang berasal dari serai dan kayu putih dimanfaatkan sebagai obat  menghilangkan rasa nyeri, mengobati pilek dan menghangatkan badan. kandungan. kemudian sayuran yang sering kita temui misalnya tomat, kandungan lycopene pada tomat dapat bermanfaat mencegah kanker, osteoporosis, gangguan neuorologis dan mencegah penyakit jantung.

Hasil gambar untuk minyak serai wangi                                                                                  Hasil gambar untuk minyak kayu putihHasil gambar untuk manfaat lycopene


Permasalahan
1. Salah satu manfaat terpenoid yaitu sebagai anti fungisida dan anti insekta. Menurut anda bagaimana jika seseorang mengkonsumsi tumbuhan yang mengandung senyawa tersebut?
2. Salah satu manfaat terpenoid bagi tumbuhan sebagai pelindung dari hewan herbivora. menurut anda bagaimana tumbuhan dapat melindungi dirinya dari serangan herbivora?
3. Terpenoid memiliki banyak khususnya pada bidang kesehatan dan obat-obatan karena khasiatnya yang dapat menyembuhkan penyakit yang dialami oleh manusai. menurut anda Bagaimana jika manfaat terpenoid tersebut dilakukan terhadap hewan tingkat tinggi?